Generasi muda memiliki potensi kemampuan dan semangat yang luar biasa. Bila potensi ini digunakan dengan tepat, pemuda bisa menjadi pilar utama perubahan.
Perubahan yang dramatik terjadi di jazirah Arab pada abad ke-7 Masehi. Perubahan ini terjadi ketika Islam berhasil mendapatkan kekuasaan dan pengaruh yang besar.
Nabi Muhammad SAW berhasil merekrut para pemuda yang sangat bersemangat mendakwahkan Islam dan sekaligus menjadi para penguasa di zamannya. Para pemuda seperti Ali bin Abi Thalib, Mush'abbin Umair, dan Sa'ad bin Abi Waqash berhasil menjalankan misinya menjadi faktor perubahan masyarakat dari gelapnya masyarakat jahiliyyah menuju masyarakat Islam yang bercahaya.
Negara Islam dapat hadir pertama kali di Madinah dengan kerja keras dan pengorbanan kaum pemuda. Pengaruh negara Islam menyebar ke seluruhJazirah Arab, Persia, Syam, dan Mesir serta wilayah Asia dan Afrika dengan cepat.
Negara ini tidak lama kemudian menjadi negara besar yangdisegani dan dihormati di seluruh dunia selama ratusan tahun.
Muhammad Al-Fatih masih berusia sekitar 25 tahun ketika berhasil menaklukkan kota Konstantin yang merupakan simbol kekuasaan negaraBizantium (Romawi Timur) pada abad pertengahan.
Penaklukan yang dipimpin oleh pemuda ini berhasil mengubah wajah Eropa menjadi wilayah
yang bersinar dengan Islam,para pemuda ini menjadi pemimpin umat Islam sedunia dan sekaligus mengubah kedudukan Khilafah Islam menjadi negara superpower.
Kini, di tengah kemunduran Islam pasca runtuhnya supremasi Khilafah Islam di tahun 1924 Masehi, para pemuda kembali menjadi penentu kebangkitan Islam.
Para pemuda di seluruh dunia kini bergerak, melakukan perubahan, memancarkan kesadaran, memperkuat barisan, berjuang hingga titik darah penghabisan demi tegaknya kembali satu
negara besar yang akan mempersatukan umat Islam, mengembalikan kemuliaan dan harga diri umat Islam, yakni satu Khilafah Islam.
Khilafah inilah yang telah dijanjikan Allah SWT akan hadir kembali. Khilafah ini dengan izin Allah akan dihadirkan oleh para pemuda yang menjelma seperti Ali bin Abi Thalib, Mush'ab bin Umair, Sa'ad bin Abi Waqash, Umar bin Abdul Aziz, Shalahuddin Al-Ayyubi, dan Muhammad Al-Fatih.
Mereka bergerak bukan hanya di dunia Islam, namun juga di negara-negara sosialis, kapitalis, Amerika, Kanada, Inggris dan Eropa Barat.
Mereka akan menjadi ujung tombak perubahan yang mengubah segala bentuk kezaliman, kejahatan dan penjajahan menjadi kondisi yang penuh dengan keadilan, kedamaian dan kemakmuran secara merata di bawah naungan Khilafah.




0 komentar:
Posting Komentar